Idul Adha di Bumi Syam

Kumandang takbir bersahutan di penjuru jalan, para anak-anak berlarian kesana kemari bermain dengan gembira, muncul senyum merekah diantara wajah para orang tua, semua orang bergembira menyambut hari raya Idul Adha, momen ini dimulai dari awal bulan Dzulhijjah, masjid-masjid yang selalu ramai dengan manusia yang berlomba-lomba beribadah, berlomba-lomba mengejar kebaikan, dan meraih keutaman juga ganjaran yang ada di bulan mulia ini.

Asal usul peristiwa  Idul Adha sendiri  tidak jauh dari wilayah yang dikenal dengan nama  Syam, daerah yang dalam banyak hadis dan ayat al-Qur’an. Wilayah Syam Sendiri disebut sebagai ‘negeri yang diberkahi’, bumi syam juga merupakan tempat tinggal dan dakwah bagi banyak para nabi dan rasul. Idul adha sendiri merupakan peristiwa yang dialami oleh Nabi ibrahim dan Nabi Ismail. Nabi Ibrahim merupakan Nabi yang diutus oleh Allah untuk berdakwah di wilayah Syam setelah Nabi Ibrahim sendiri meninggalkan wilayah Babilonia (Irak).

Mengapa bumi syam berkaitan kuat dengan Peristiwa Idul Adha, perjalanan dakwah Nabi Ibrahim sendiri tidaklah mudah, banyak sekali rintangan dan tantangan yang dihadapi, maka dari itu berkat keikhlasan Nabi Ibrahim dan keluarganya saat menerima perintah Kurban menjadi salah satu alasan mengapa Allah SWT melimpahkan keberkahan yang sangat agung dan luar biasa di Bumi Syam, keteguhan iman yang dibangun nabi ibrahim selama tinggal dan berdakwah di Syam menjadi fondasi mental bagi Nabi Ibrahim saat beliau menghadapi ujian penyembelihan anak beliau Nabi Ismail dalam peristiwa di Makkah.

Maka dari itu, secara garis besar Makkah sendiri merupakan tempat terjadinya peristiwa fisik ujian penyembelihan Nabi Ismail oleh ayahnya sendiri yaitu Nabi Ibrahim, sedangkan bumi Syam Merupakan tempat bagi nabi ibrahim bertumbuh, berdakwah, dan tempat berpulang bagi beliau. Nabi ibrahim AS, Sang bapak para nabi, yang dimana beliau melahirkan suatu peristiwa, yaitu Tradisi Perayaan Idul Adha, yang dikenang dan dirayakan setiap tahunnya oleh segenap umat muslim yang ada di seluruh dunia hingga sekarang.

Di negara-negara Wilayah Syam Seperti Palestina, Yordania, Suriah Dan Lebanon. Mereka  memiliki tradisi khusus dalam merayakan acara penting seperti Idul Adha, bagi masyarakat di wilayah Syam sendiri Idul Adha sering disebut dengan nama “Eid al-Kabir” (Hari Raya Besar), perayaaan Idul adha di negeri syam mempunyai makna tersendiri, yaitu, tradisi keagamaan yang kental dan dicampur dengan budaya Arab yang hangat. Maka Idul adha menjadi salah satu momen bagi para keluarga untuk berkumpul dan Bersama sama merayakan kehangatan dalam bulan yang mulia.

Selain berkumpul bersama dengan keluarga dan sanak saudara, momen Idul Adha tidak luput dari tradisi-tradisi khas-nya. Salah satunya adalah tradisi kuliner. menjelang idul adha para wanita di Syam akan bersama berkumpul untuk membuat suatu hidangan khas berupa kue tradisional. Di palestina kue ini dinamakan Asawer (Kue berbentuk gelang dengan isi Pasta Kurma) Lain Hal nya Di Yordania dan Suriah mereka membuat kue khas juga yang dinamakan Ma’moul  (Kue mentega berisi kurma, kacang pistachio, atau kenari) Kue khas tradisional di atas merupakan hidangan wajib saat adanya acara seperti idul Adha Ini sebagai hidangan wajib bagi tamu yang datang.

Selain kue tradisional di yordania ada hidangan wajib yang pasti ada saat momen seperti ini yaitu Mansaf . Mansaf sendiri merupakan hidangan berat berupa daging domba yang dimasak dengan laban (yoghurt) dan dimasak bersamaan dengan nasi putih kacang-kacangan dan dihidangkan dengan tortilla (roti pipih khas wilayah Arab).

Bagi masyarakat yang ada di Syam, momen Idul Adha bukan sekedar perayaan ritual penyembelihan hewan Kurban saja, tapi makna Idul Adha lebih dari itu, momen ini menjadikan pembelajaran untuk merefleksikan diri dengan mengambil makna dari kisah nabi ibrahim yang diutus oleh allah didalam mimpinya untuk menyembelih anaknya sendiri, Yaitu Nabi Ismail.  Dari kisah ini kita bisa mengambil makna dan Pelajaran tentang arti keikhlasan, ketahanan batin dan mental dalam menghadapi ujian, serta mendorong untuk lebih peduli terhadap sesama manusia.

Di momen Idul Adha ini mari kita tidak hanya merayakan dengan gembira dan suka cita saja, namun juga mari Bersama-sama mengambil pelajaran dan makna yang lebih dalam mengenai kisah nabi ibrahim dari peristiwa ini, yang kedepannya membuat kita semua menjadi manusia yang berguna dan lebih bisa mendekatkan diri kepada Allah SWT.

kontributor: Faza

Penyunting: Navi Fadila

Editor: Faza